Apakah saya harus berhenti disini? pertanyaan seperti itu yang selalu muncul jika aku selalu mengingat dia. Dia pergi saat aku sedang mengjarnyanya ini hampir sama dengan kasih tak sampai.
Saat ini aku masih menunggu dia dan penggantinya yang bisa mengisi relung hati yang masih kosong. Bukan sekedar ucapan yang aku utamakan tapi juga sikap dan mnetal yang harus aku lakukan.
Aku masih tetap menuggu untuk dirinya bisa datang padaku, aku masih menginginkan dia meskipun aku tidak bisa memakasanya, sepenuhnya keputusan dia yang memiliki aku hanya bisa mengungkapkan saja, lewat tulisan dan ucapan, aku cukup bahagia kala mengingat semua itu, dan sakit pun juga ikut kurasakan.
Semoga dia bahagia atau semoga dia cepat putus denganya. Do'a pun sampai menjadi konflik internal dalam diri saya sikap seperti apa yang harus saya ambil buat menjalani ini.
Pada saat aku mengharapkan bisa memilikinya aku yakin bisa membahagiakanya, dengan kesederhanaan yang aku punya. meskipun aku beda dengan yang lain tapi ini yang ku punya.
aku tidak tau apa yang dimiliki dia sampai dia bisa membuat saya seperti ini, cantik tidak terlalu, pintar ya cuma segitu aja, mungkin dimata saya dia terlalu mempesona sampai bikin mata hati saya buta. Terima kasih buat terhir yang kau beri untukku, kebahagian dan kegelisahan serta harapan yang tak berujung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar