Apakah saya harus berhenti disini? pertanyaan seperti itu yang selalu muncul jika aku selalu mengingat dia. Dia pergi saat aku sedang mengjarnyanya ini hampir sama dengan kasih tak sampai.
Saat ini aku masih menunggu dia dan penggantinya yang bisa mengisi relung hati yang masih kosong. Bukan sekedar ucapan yang aku utamakan tapi juga sikap dan mnetal yang harus aku lakukan.
Aku masih tetap menuggu untuk dirinya bisa datang padaku, aku masih menginginkan dia meskipun aku tidak bisa memakasanya, sepenuhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar